Pentas Dunia di Gontor Dua

Kalau tak hadir langsung, mungkin judul itu terasa berlebihan buat saya. Biasa, dalam dunia digital macam sekarang click bait alia judul yang menarik untuk diklik, memang jadi ‘senjata’ para penggiat dunia maya. Tujuannya,situs dikunjungi, traffic tinggi, iklan menghampiri, duit masuk pundi.

Tapi, soal pentas di Gontor 2 Madusari, buat wali santri yang masih bau kencur macam saya ini, sungguh membuat terkagum-kagum. Pasalnya, seluruh persiapan Panggung Gembira, begitu nama yang disematkan, dilakukan oleh para santri sendiri.

“Ada dua pementasan. Kalau untuk kelas 5, itu namanya Drama Arena. Sementara kelas 6 itu Panggung Gembira,”sebut Al-Ustadz H. M. Hudaya, Lc. M.Ag, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor 2, kepada saya saat mengawasi pendirian Panggung Gembira, awal bulan lalu.

Secara sederhana, keduanya adalah pementasan para santri sebagai penanda bahwa mereka sudah mendekati waktu selesainya masa belajar.

Drama Arena, berisi pergelaran dengan tema tertentu. Layaknya pementasan drama, ada sutradara, ada pemain hingga ada penata lampu. Pun demikian ada pula santri yang bertugas membangun panggung yang saya megah.

Enggak percaya? Coba deh tengok foto berikut.

Tata cahaya persis konser dunia kan? (Foto: istimewa)

Jangan bayangkan ada event organizer khusus untuk membangun panggung hingga membuat rundown acara, karena semua dikerjakan oleh santri kelas 5

Pun demikian dengan perhelatan Panggung Gembira. Santri-santri kelas 6 yang mendapat giliran merancang, membuat hingga membongkar selepas perhelatan itu.

Sebagai ‘mualaf’ pondok, sungguh menakjubkan. Biasanya, kalau saya menonton konser-konser macam ini, membutuhkan banyak crew profesional yang bertugas menata panggung hingga sound system.

Memang sih, untuk kedua hajatan ini, persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Tapi yang saya takjub, selain mempersiapkan pentas ini, para santri itj dikesehariannya tetap mendapat tugas layaknya santri lain. Jadi mereka dituntut untuk bisa membagi waktu dengan baik.

Alhasil, sepanjang hari, teelihat ada saja santri yang sedang menggergaji, mengecat bahkan ada pula yang sibuk mempersiapkan kostum.

Hasilnya memang tak mengecewakan. Saat saya menyaksikan pementasan Panggung Gembira di Gontor 2, suasananya mirip pementasan konser Iwan Fals.

Dan…lagu “Kemesraan” ciptaan Franky Sahilatua yang dipopulerkan Iwan Fals pun menutup pentas itu, selepas tengah malam…

🎼”Kemesraan ini….janganlah cepat berlalu…kemesraan ini…ingin ku kenang selalu….”🎼

(Ampera, Dzulqaidah 1440H)

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s